Bob Marley

Jumat, 16 November 2012

Kekerasan

Pagi-pagi setelah tiba dikantor gw gak langsung masuk ke kantor melainkan nyimpang dulu ke warung mie bik ijah, percis depan kantor. Kalu gw kepengen makan mie goreng ya tinggal mampir aja.. soalnya sarapan di rumah gak keburu, lagian apa yang mau dimakan.. haha secara anak kost gitu.. ya lumayan buat nganjal perut, walaupun Cuma mie rebus, enak dan murah meriah….Bik ijah yang kebetulan warungny masih sepi, terlihat santai sambil baca Koran. kalu rame itu biasanya jam anak sekolah istirahat belajar.. Semua pada ngantri mau makan mie goreng bik ijah.. Kayak ngantri tiket kereta api kalu lagi musim liburan, ramenye bukan main, sampai – sampai bik ijah punya aturan bayar dulu baru makan, biar gak mengalami kerugian. ini perrnah terjadi, anak sekolah ada yang gak bayar sehingga bik ijah mengalami kerugian. Setelah kejadian itu baru deh peraturan “ bayar dulu baru makan” diterapkan..
Sambil nunggu buatan mie bik ijah, gw menyantap gorengan dulu nih..

Bik ijah yang suka cerita-cerita, suka ngasih info.. wah info apalagi nih yang bakal diceritain, eh tahu-tahu emang beneran ada.. kali ini info yang dikasih bik ijah berskala nasional, cek ile..

“ Mas, ado-ado be sekarang ini ya, artis cewek cak ini lah pacak jadi preman, pake tato bahkan lah biso ngajak belago. “
“ siapo nian bik artis tuch, ? “
“ barusan be bibik baco di Koran sumeks, jingoklah nah.” Bik ijah sambil nyodorke Koran sumeks disebelah tempat gw duduk.. sambil makan ku baca berita di kolom artis dihalaman terakhir bagian bawah..
“oh si nikita mirzani, ai memang nian dio nih bik, betino arogan “ kataku kepada bibik.
“ artis apo nian dio tuch? Perasaan bibik dak terkenal, main di sinetron dakatek mukonyo muncul. “
“artis abal-abal bik, icek icek cak itu nah bik. Cuma nak nyari sensasi betino tuch”…
“ Kalu nak jadi artis jangan cak itu tingkah lakunyo, dak baek jugo kalu dijingok, awak cewek tapi cak lanang, pake tato, terus galak belago jugo. “ aku hanya tersenyum mendengar perkataan bik ijah..

Emang bener, sekarang ini semakin meningkatnya dari zaman ke zaman, semakin meningkatnya juga tingkat perilaku yang minus di dunia ini, tak tanggung-tanggung public figure yang menjadi sorotan masyarakat kembali merebak oleh sifat yang amoral. Lagi-lagi dunia keartisan dihebohkan oleh kasus nikita yang bikin meruak keseluruh media, baik media pertelivisian maupun media cetak bahkan di internet.. dan ini sungguh mengganggu publik yang mengkonsumsi media itu, termasuk Bik ijah dan gw yang ikut mengkonsumsi media tersebut merasa terganggu dengan berita yang dimuat..
Terganggu dengan sifat kemanusian yang tidak beradab, dengan melakukan kekerasan sesama umat manusia, bahkan selain fisik nikita juga melakukan kekerasan verbal yakni mengancam akan keselamatan rival dalam pertarungannya yaitu Bervely dan Olivia.. Kejadian ini terjadi disebuah klub Jakarta dikawasan kemang,..

Kejadian ini bukan hanya sekali atau dua kali yang dilakukan oleh nikita mirzani bahkan beberapa kali dengan orang yang berbeda, menindaklanjuti dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh nikita mirzani, setidaknya ini menjadi pelajaran buat insan yang ada dimuka bumi ini terutama kaum perempuan yang notabenenya perempuan dilambangkan dengan kelembutan, hati seorang ibu.. dan kita berharap tidak ada lagi nikita mirzani selanjutnya, sebagai public figure yang menjadi ikon bagi masyarakat, setidaknya harus menjadi panutan dan menjadi inspirator bagi masyarakat, dengan tidak melakukan tindak criminal pada umumnya dan tindak kekerasan pada khususnya. Akibatnya ini akan berdampak negative bagi diri seorang artis itu sendiri dan juga bagi citra keartisan yang akan dianggap oleh masyarakat dengan symbol minus dalam dunia keartisan..

Kekerasan tidak hanya terjadi dalam lingkup keartisan, ada banyak juga yang terjadi dalam sekitar kita dan bahkan kejadian itu secara tidak diduga..Banyak factor sehingga terjadinya kekerasan.. kalau ini sampai dibiarkan terus dan takutnya akan terus mendarah daging ke generasi-generasi selanjutnya, bagaimana nanti kedepannya buat bangsa kita sendiri..

Bukankah didalam agama dijelaskan bahwasanya kita sesama manusia saling mencintai, menyanyangi dan menghargai satu sama lain, saling bersatu, saling berbuat kebaikan, saling bergotong royong, dan bahkan kita sudah mengetahui teori ini sejak kita duduk dibangku sekolah dasar.. dengan pemahaman teori ini, harusnya kita terapkan dalam hidup bermasyarakat..

Dan ini juga harus ada peran dari pihak intern maupun ekstern yang ikut sama-sama mendorong moral yang baik, adanya keluarga khususnya orang tua dari pihak intern yang terus memberi ilmu kepada anaknya mengenai akhlak yang baik, adanya contoh –contoh yang nyata yang diberikan sejak dini sebelum anak tersebut terjun ke dalam lingkungan pertemananya..

Ada juga pihak dari pemerintah, pihak dinas social yang juga ikut turut membantu dengan melakukan program –program social, membentuk suatu komunitas keagamaan yang didasari dengan akhlak yang mulia, dengan memberikan ilmu-ilmu keagamaan dan ilmu budi pekerti..
Dan juga dari peran pelaku bisnis dalam hal dunia hiburan, dengan tidak memberikan tayangan atau film yang berbau kekerasan, tayangan yang selalu mudah ditiru oleh anak-anak.
Semuanya harus bersinergi untuk membentuk masyarakat yang memiliki sifat atau ahlak yang baik, hal ini akan berdampak positif untuk bangsa dan agama.. amin semoga

Ingat kekerasan akan terjadi dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun untuk itu waspadalah, waspadalah!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar