Bob Marley

Selasa, 27 November 2012

Ketika Ukuran Tinggi Badan dipermasalahkan


Suatu hari ada seorang pemuda yang baru saja lulus dari pendidikannya di bangku kuliah.. Setelah lulus pencarian kerja pun dimulai, statusnya yang empat tahun lalu adalah mahasiswa, dan saat ini sudah berganti menjadi Job Seeker.. status kebanyakan orang yang baru aja menyelesaikan pendidikan, dan berharap mereka mendapatkan pekerjaan yang baik dan secepat mungkin, tanpa ada jedah waktu yang lama antara setelah mereka lulus dengan pekerjaan yang telah didapat..


Beragam impian yang mereka inginkan, mereka tidak muluk-muluk untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, mereka Cuma ingin bekerja sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.. sudah pastinya mereka yang setelah lulus kuliah, ingin mendapatkan pekerjaan… ini menjadi sebuah beban bagi mereka, kalau sampai mereka tidak mendapatkan sebuah pekerjaan.. beban yang dipikul sebagai job seeker, dimana adanya tengsi di setiap insan manusia..

Tengsi, apabila seorang lulusan sarjana tidak mendapatkan pekerjaan dan ujung-ujungnya status berubah menjadi pengangguran. Dan akibatnya akan melahirkan sebuah penyakit ketidak pedean didalam diri mereka.. malu akan berada dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar..


Kembali kepemuda tadi.. Niat yang tulus dari hatinya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak , pemuda tersebut mendapat kabar dari temannya, bahwasanya ada info lowongan kerja di sebuah perusahaan BUMN, dimana lowongan tersebut dibuka secara online dan secara besar-besaran, walaupun jumlah quota yang dibutuhkan tidak banyak..
Pemuda tersebut dengan gegas pagi-pagi membeli Koran, ingin melihat secara detail persyaratan untuk menjadi calon pegawai BUMN. Poin satu sampai dengan poin 5 sudah memenuhi kategori yang ia miliki, setelah ia membaca poin ke 6, ia pun langsung lemas dan seakan tidak semangat, hilanglah sudah rasa percaya dirinya dan bahkan tidak ada harapan…

Ingin rasanya ia menangis,, , dan menyesalkan kepada pihak perusahaan, kenapa mesti ada poin ke 6 menjadi sebuah ukuran dalam pencarian kerja.. apakah semua pekerjaan dilihat dari ukuran fisik, kenapa mereka memandang ukuran fisik sebagai syarat sebagai calon pegawai…

Haruskah mereka yang memiliki postur tubuh yang tidak memadahi akan kehilangan arah tuk meraih pekerjaan yang layak, walaupun mereka memiliki kemampuan daya pikir yang cerdas,? Haruskah bangsa Indonesia melihat segala sesuatunya dari fisik.. kenapa??

Ukuran fisik yang sekarang menjadi modal utama dalam persaingan kerja terutama dalam hal tinggi badan, rata-rata pihak perusahaan mencari calon pegawai atau karyawan dengan tinggi badan minimal 160cm untuk wanita dan 165cm untuk pria. Bagaimana nasib teman-teman kita yang memiliki tinggi badan dibawah itu, apakah mereka tidak boleh memiliki kesempatan yang sama,? Syarat penarikan karyawan dengan memiliki kualifikasi tinggi badan, hal ini dapat mempengaruhi psikologi orang-orang yang memiliki ukuran badan dibawah standar.

Mereka akan kehilangan rasa percaya diri, mereka akan merasa tidak diperhitungan dalam pencarian dunia kerja, salah satunya kasus yang dialami oleh pemuda di atas.. hidup mereka menjadi nelangsa, ini akan menjadi sikap yang mematahkan semangat orang-orang yang ingin bertanding, tidakkah sepatutnya pihak perusahaan harus memahami sedetail mungkin mengenai kualifikasi dalam hal merekrut seorang karyawan..

Harus ada strategi khusus yang harus di terapkan oleh pihak perusahaan terutama orang-orang yang menangani perekrutan karyawan, yakni SDM Department. Padahal fisik bukanlah sebuah ukuran dari segalanya, masih ada hal-hal yang bisa diperhitungkan.. seharusnya mereka dilihat dari kemauan ingin bekerja, kesetiaannya terhadap perusahaan, prestasi yang dimiliki, memiliki kemampuan analisa yang baik, memiliki kecerdasan, dan tanggung jawab menjadi seorang karyawan.. yang terpenting adalah jujur dalam bekerja.. itulah yang harus di prioritaskan..

Pihak perusahaan yang sedang mencari calon pegawai dengan melakukan pemasangan iklan di beberapa media cetak maupun elektronik dimana disertakan juga beberapa kualifikasi sebagai syarat untuk menjadi calon pegawai di perusahaan tersebut salah satunya adalah mengenai tinggi badan yang dimiliki, itu merupakan tindakan yang salah besar.. dan setidaknya pihak internal perusahaan harus mengetahui dampak dari perekrutan tersebut.. harus bisa mampu untuk mengetahui struktur lingkungan masyarakat.

Mungkin kalau memang pihak perusahaan ingin betul-betul ukuran tinggi badan salah satu menjadi kriteria di perusahaan tersebut, seharusnya tidak perlu untuk menyertakan kriteria tersebut pada saat pencarian kerja dimana dengan melakukan pemasangan iklan di beberapa media, cobalah untuk memahami hal ini dengan tidak mematahkan kepercayaan diri mereka, dan memberi kesempatan buat orang-orang yang memiliki ukuran badan dibawah standar, beri kesempatan buat mereka melamar kerja, beri kesempatan buat mereka mengikuti tes masuk karyawan, dan ini juga membantu mereka agar terus menjadi manusia yang semangat, semangat berjuang..


Note : Hanya ada beberapa perusahaan yang mesti mensyaratkan ukuran tinggi badan, salah satunya perusahaan penerbangan yakni calon pramugari








43 komentar:

  1. menyimak yaa.. tapi emng iya sih mengharuskan memiliki kriteria yang tidak semua org bisa penuhi itu yaa.. sakitnyatuh di sini
    #dmana yaa??:v

    BalasHapus
  2. Betul, itu juga yg sy rasakan... Tp alhamdulillah ada perusahaan yg tidak mempermasalahkan tinggi badan, setelah lulus th 2007(smk) 2 bln setelah menerima ijazah, sy diterima kerja sampe sekarang, mungkin sudah rezeki sy, alhamdulillah

    BalasHapus
  3. Harusnya dicoba dulu, kan diliat keseriusan nya dari situ. Temen ku ada yg ngelamar kerja di perbankan sebagai frontliner tetep diterima kok walau tinggi badan gak memenuhi syarat. Karena saat interview dia bisa meyakinkan pihak perusahaan kalau dia mampu bekerja sesuai standar walaupun tinggi badan nya gak mencukupi syarat.(tapi jangan omong doang) Jadi jangan nyerah dulu diawal. aku juga pas ngelamar kerja ada syarat harus bisa mengendarai sepeda motor dan memiliki sim (marketing) tapi nekat ngelamar dan ngeyakinin pas lagi di interview soal kelebihan ku yg lain, ternyata diterima jadi back office. Di dunia yg serba keras gini kitanya ga boleh lembek guys. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak nyerah ko justru pengalaman yang udh" itu jika sudah dicoba ternyata al hasil masih ga sesuai dengan kriteria jadinya ga bisa lanjutin prosedur selanjutnya hanya karna tinggi badan, akhirnya ya disuruh pulang

      Hapus
    2. Iya sih harus dicoba dulu, cuma ya susah kak, ada juga yg gara gara tingginya kurang 1 atau 2 cm doang langsung disuruh pulang lagi 😒

      Hapus
  4. Gini yah sebelum tes aja dah diukur tinggi badane gmana mau ikut seleksi selanjutnya sampe interview

    Karena pengalaman saya ngelamar kerja pertama kali yg dijalanin itu tinggi badan psikotes,interview dan mcu di mcu juga ada pengukuran tinggi badan lagi

    Ok fine klo ente nyemangatin gak boleh lembek tp yang saya tau pekerjaan yg diidam2kan akan hilang gak kecape dan ketrimane di kerjaan yang gak sesuai dgn profesi serta impian

    BalasHapus
  5. Kalau hanya bekerja sebagai Restoran mengapa membutuhkan kriteria tinggi badan . Kriteria tinggi badan hanya di perlukan untuk Flight Attendant saja itu baru layak

    BalasHapus
  6. Jujur saja aku sangat kecewa... Mengapa hal itu menjadi sebuah alasan? Bahkan belum memberi kesempatan untuk berbicara dan melihat kesungguhan serta kemampuan, bagiku tidak adil, dan sebenernya apa alasnnyaaaaaaaa????

    BalasHapus
  7. Memang rasanya sdih bila mlihat iklan lowongan kerja yg mnyertakan kriteria tinggi badan😞

    BalasHapus
  8. Ada ga sih kerjaan yg tidak mempermaslahkan tinggi badan

    BalasHapus
  9. Ternyata banyak yang senasip hehe :'v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Situ gak sendiri bro :v gua juga ngalamin kok 😁

      Hapus
  10. Saya punya sahabat, dia sangat pintar, apalgi bernegosiasi tapi pas lamar kerja di bni syariah hanya saya yg diterimah,, al hasil dia ditolak karena tinggi badannya tidk sesuai

    BalasHapus
  11. WTf lah Indonesia makin gjls ajje gue pinter cuma gara gara tinggi badan jadi ga diterima kerja fuck lah

    BalasHapus
  12. Bener guys, gimana nasib org yg tinggi badannya dibawah (standar 160/165) termasuk gua sendiri nih..... Knp harus ada syarat itu? Kejujuran dan keidisiplinan kan jauh lebih penting ya....

    BalasHapus
  13. thank nice infonya sangat menarik, silahkan kunjungi balik website kami http://bit.ly/2SvvyhR

    BalasHapus
  14. Sama. Aku juga... tapi mungkin ini emang bukan rejekinya disana. Jadi tetep semangat kawan πŸ–’

    BalasHapus
  15. Gua barusan nglamar lagi ngisi formulir blm selesai tiba2 d pnggil buat ukut tngga bdan..walhasil sudah d ukur lngsung d sruh pulang aja sekalian...πŸ˜­πŸ˜“

    BalasHapus
  16. Ternyata banyak yang senasib ya bro

    BalasHapus
  17. Mau kerja apa klo gini caranya guee :(((

    BalasHapus
  18. Biasa gan negara kita ini kya gni yang kaya makin kaya yg miskin nambah nyungsep

    BalasHapus
  19. Kalo perusahaan kga ada yg nerima, mending bikin usaha sendiri aja, apakah pengen cape² lulus kuliah hanya jadi bawahan/karyawan apakah itu tujuan kalian skolah cape" setelah lulus jadi karyawan? So mending jadi jadi pengusaha ya walaupun cuma usaha kecil"an to lama" asal tekun bisa jadi besar, budakan lah jadi enterprener, jangan mau jadi budak di negri sendiri dengan bekerja di perusahaan orang asing, pokoknya semangat ✊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, terus kalau udah jadi pengusaha jangan pakai tinggi badan di lowkernya 😁

      Hapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Bner bangt aku jga bru llus thun 2018, udh ngelamar kesana kesini ehh yang di imbangin tinggi badan, rasanya kecewa dan nangis trs menerus. Tp ttp semangat:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi skrang kakak kerja d mna ? Udah dapet belum ??

      Hapus
  22. Iyah.. yang penting semangat, semua butuh proses.

    BalasHapus
  23. Sedih juga denger ceritanny, gw jg besok mau interview buat posisi Frontliner jadi minder gegara tinggi badan πŸ˜”πŸ˜” smoga diberi yang terbaik buat kita semua yg punya tinggi badan paspasan ini, ❤️Selamat Puasa semua❤️

    BalasHapus
  24. Kadang minder juga, jadi kesempatan mencari kerja juga cukup sulit jadinya

    BalasHapus
  25. Menurut saya sih hal ini bersifat menintimidasi mereka yg tinggi badan nya pendek, saya pun mengalami hal yg sama. Jadi seolah² mereka yg tinggi badan nya pendek tidak diperbolehkan bekerja karena standart tsb

    BalasHapus
  26. Langsung lemes cuy kalo liat lowongan kerja tapi ada kriteria t.badan
    Sakitnya tuh disini ,,,,

    BalasHapus
  27. Gak adil hanya karena tinggi badan, tinggi badan tidak menjamin orang itu akan bekerja dengan baik.

    BalasHapus
  28. Selalu sedih kalau lihat fisik ini. Tapi gimana lagi aku juga tidak mau sebenarnya memiliki fisik seperti ini,tapi gimana gak mjngkin kan aku tidak bersyukur, setiap hari diberi kesehatan. Fisik di luar kendali saya, please mengertilah. Jika dibilang berkerja dengan tanggung jawab, saya mampu karena itu dalam kendali saya 😭😭

    BalasHapus
  29. 😭😭 sedih aku cewek tingginya cuma 151, minder kalau mau ngelamar kerja

    BalasHapus
  30. Bagaimana pun usahanya untuk meninggikan badan cuman tuhan yang bisa mengatur

    BalasHapus
  31. Sedih banget liat loker nyantumin tinggi badan minimal 155 untuk perempuan

    BalasHapus
  32. Aku yang tak permasalahin malah berat badan yang nggak proposional sama tinggi badan πŸ˜…

    BalasHapus